Furniture Pallet di Kota Bandung

Furniture Pallet di Kota Bandung
Zahra Shafiyah, Owner Sang Petani Pallet Furniture

Senin, 03 November 2014

Doa Sang Petani #3

Ya Allah,
banyak sekali makanan yang ingin aku makan tapi sulit kudapatkan
banyak sekali tempat yang ingin kukunjungi tapi sulit kudatangi
banyak sekali harapan dan cita-citaku di masa depan tapi sulit kuwujudkan
banyak sekali orang-orang yang ingin kutemui lalu mendapat pelajaran darinya tapi sulit kuraih

Ya Allah,
jika banyak yang tidak bisa kudapatkan di dunia
maka persiapkanlah semua itu untukku di akhirat nanti
hidup di dunia tidak lebih dari waktu pagi hingga sore hari
Lupakan aku tentang keinginan menjadi terkenal, dipuji, disanjung
buatlah aku terus beramal dengan hanya mengharap padaMu
dengan hanya ingin dilihat olehMu

Iri

Z iri ngeliat Dee produktif banget. Dan tulisannya selalu ditunggu banyak orang. Z sebel sama diri sendiri, gaya nulisnya nggak berkembang-berkembang sejak dulu. Usia 23 tahun, tulisan masih kayak anak SMP sok imut yang nggak bisa nulis bahasa ilmiah dan baku.

Kenapa Z ingin ke Selandia Baru?

Karena Selandia Baru atau New Zealand ini adalah negara yang petani dan peternaknya paling maju sedunia. Katanya saking majunya, petani atau peternak disana bisa punya helikopter pribadi. Ada lebih dari 13 ribu peternakan yang ada disana. Rata-rata setiap peternak punya minimal 200 ekor binatang ternak. Salah satu peternak suksesnya ada yang berasal dari Indonesia dari Kalimantan Barat namanya Raja Abdul Falah. Dia awalnya jadi pekerja disana. Lalu mulai membeli 20 ekor sapi buat diternakkan, dan terus berkembang, sampai akhirnya sekarang dia punya 20 ribu ekor sapi di peternakannya.

Ya Allah, pengen kesana dong. Luka kena duri di dalem pupuk kandang tadi sore, jadikan sebagai wasilah. Dengan rahmat-Mu..

Doa Sang Petani #1

Ya Allah, jadikanlah aku petani yang baik.
Jadikanlah aku orang yang pandai membalas budi.
Tunjukkan padaku hal-hal apa saja yang bisa menghalangi kesuksesanku.

Minggu, 28 September 2014

Tinggal di Rumah Pohon

Sebetulnya bukan rumah pohon. Cuman ruangan dari kayu, yang disebelahnya ada pohon nangka. Jadi kita sebut aja rumah pohon.

Teras Tempat Cari Angin
Memandang ke luar dari dalam

Hari pertama tinggal di rumah pohon. Pagi-pagi nyiapin 10 polybag diisi campuran tanah dan pupuk kandang. Niatnya mau nanam bawang merah karena sekarang lagi kemarau.



Digigit semut yang besarnya nggak gede, nggak juga kecil. Tapi sakit banget. Z tanya ke Abi, nggak apa-apakah kalau digigit semut itu. Gigitannya nyelekit sampe nimbulin bentol cukup gede. Tapi nggak apa-apa katanya.

Mulai sekarang harus membiasakan diri dengan gigitan semut atau hewan lain yang habitatnya di kebun kayak gini.

Btw tembakau aku udah pada gede semua

Tembakau 4 bulan

Sabtu, 27 September 2014

Cita-cita

9 Cita-cita dalam waktu dekat

1. Punya Rumah Pohon


















2. Jadi Presenter Acara 'Makan Jangan Bicara'


















3.Keliling Pulau Jawa Naik Vespa


















4.Nampang di Pecahan Uang 100rb


















5. Lebih Anggun


















6. Punya Distro Kaos Vespa


















7. Menikah dengan Seorang Scooterist (atau bukan)


















Dan cita-cita terakhir adalah : Jika semua cita-cita diatas tidak baik untukku, maka buatlah aku merasa cukup dengan cita-cita yang sederhana. Aamiiinn

Nyesek itu Sederhana

Nyesek itu sederhana. Tidak sesuainya antara kenyataan dengan apa yang diharapkan.

Sidang Kolokium : Harapan vs Kenyataan

Sidang kolokium hari Selasa kemarin, diantara semua peserta, cuman Z sendiri yang kena penangguhan dan gak bisa lanjut ke sidang munaqosah. Alasannya, datanya salah semua, kurang kreatifitas, nyadur dari blog, dan akan mempermalukan lembaga. Selengkapnya bisa dilihat pada gambar diatas.

Ya ampun, hari itu Z malu banget. Kalo ada temen lain yang ditangguhkan mungkin Z akan lebih lega dan bahagia karena nggak merasa sendirian. Tapi kalau sendirian gini, tiba-tiba harapan lulus tahun ini hilang.

Mungkinkah aku ditakdirkan menjadi mahasiswa abadi? Ya ampun, sebaga mahasiswa yang mendapat predikat paling imut dari majalah forbes, rasanya itu gak boleh terjadi banget.